Rabu, 06 Oktober 2010

Belajar Sholat Pardu Bag.4

SUNNAT MUAKAD (SUNAT YANG LEBIH PENTING)

Dalam mazhab syafi’I ada dua sunnat yang lebih penting, sehingga bila salah satu dari keduanya ditinggalkan hendaklah diganti dengan sujud syahwi.
1. Membaca tasyahud pertama sesudah sujud kedua dari rakaat yang kedua sebelum berdiri pada raka’at yang ketiga.
Sujud syahwi adalah sujud dua kali setelah tasyahud/tahiyat khir sebelum salam, yaitu sujud karena kelupaan. Bacaannya yaitu “ Subhana manlayanamu wala yanhu”.
Dari Ibnu Mas’ud, Ia berkata,”Sesungguhnya Muhammad SAW telah berkata,’Apabila kamu duduk pada tiap-tiap dua rakaat salat, hendaklah kamu baca Attahiyatu lillah was-salawatu dan seterusnya.”(HR Ahmad dan Nasai)
Dari Abdullah bin Buhainah,”Kami telah salat lohor bersama-sama Rosululloh SAW. Beliau berdiri dan beliau ketinggalan duduk tasyahud pertama. Maka pada akhit salat, beliau sujud dua kali.”(HR Bukhari dan Mualim)
2. Qunut sesudah I’tidal yang akhir pada salat subuh, dan witir sejak malam tanggal 16 bulan Ramadan sampai akhir.
Dari anas ia berkata “Rosululloh SAW senantiasa membaca doa qunut pada solat subuh hingga sampai saat beliau meninggal dunia (HR Imam Ahmad)
Lafad Qunut:
Allohummah dini piiman hadait waapini piiman apait watawallani piimang tawallait wabarikli piman a’toit wakini sarroma kodoit painna katakdi wala yukdo alaika wainnahu laayadillu man waalaitwalayaijjuman aadait tabaroktarobbana wata’alait.
Artinya : Ya Alloh, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk, berilah aku kesehatan seperti orang-orang yang telah engkau beri kesehatan, lindungilah aku seperti orang-orang telah mendapat perlindunganMu, berilah berkah pada barang yang telah Engkau berikan kepadaku, jauhkanlah aku dari kejahatan yang telah Engkau pastikan, karena sesungguhnya hanya Engkaulah yang dapat memastikan sesuatu dan tak ada lagi yang berkuasa di atas engkau, dan sesungguhnya tidak akan terhina orang yang mendapat perlindugan-Mu, dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Ya Alloh bertambah-tambah kebaikan-Mu, dan hilanglah segala yang tidak layak bagi-Mu. (HR Abu dawud, Tirmiji dan Nasai)
Sebagian ulama berpendapat bahwa qunut pada solat subuh itu tidak disunatkan. Hadist anas tersebut menurut mereka adalah doif. Yang diisyaratkan adalah qunut nazilah (Qunut karena bahaya, bala yang menimpa masyarakat Islam seperti penyakit ta’un, kolera, zaman rusuh, musim kemarau) dn disunatkan pada sekalian salat lima waktu.
Dari anas,”Sesungguhnya Nabi SAW telah membaca qunut satu bulan lamanya, beliau mendoakan segolongan masyarakat arab, kemudian beliau hentikan.”(HR Ahmad, Nasai dan Ibnu Majah).
Dari Ibnu Abbas. Ia berkata, “Rosululloh SAW telah membaca doa qunut satu bulan berturut-turut pada solat lohor, asar, maghrib, isya, dan solat subuh pada akhit tiap-tiap solat ketika I’tidal rakaat penghabisan. Beliau mendoakan mereka dari kabilah banu sulaim, ra’lin, zakwan dan usaiyah. Orang yang solat mengikuti beliau mengaminkan doa beliau itu.”(HR Abu dawud dan Ahmad)



Bersambung....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar